Archive for the ‘Pengembangan Diri’ Category

Hanya 1 Jam saja…

Posted: September 9, 2010 in Pengembangan Diri
Tags: , ,

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,

“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.

Anak kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”.
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putranya.

“Oh ayah bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”.
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga nak”.

“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.
Akhirnya ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar bisa nak dan jika kita memang bersungguh-sungguh, Insya Allah akan ada kemampuan kepada kita untuk melakukannya”.

Anak ini tersenyum lega. “Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar…”.

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati. Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini. Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny…..

Hiduplah 1 jam TANPA

  • tanpa kemarahan,
  • tanpa hati yang jahat,
  • tanpa pikiran negatif,
  • tanpa menjelekkan orang,
  • tanpa keserakahan,
  • tanpa pemborosan,
  • tanpa kesombongan,
  • tanpa kebohongan,
  • tanpa kepalsuan….

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya ……1 jam berikutnya lagi….1 jam berikutnya lagi…dan terus menerus..

Hiduplah 1 jam DENGAN..

  • dengan kasih,
  • dengan sukacita,
  • dengan kesabaran,
  • dengan kelemahlembutan,
  • dengan kemurahan hati,
  • dengan kerendahan hati,
  • dengan penguasaan diri,
  • dengan ketekunan,
  • dengan tawakal,

dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya ……1 jam berikutnya lagi….1 jam berikutnya lagi…dan terus menerus..

Insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik untuk kita serta diberkahi dan diridhoi Allah SWT…Amin

Advertisements

Bohong vs Jujur

Posted: September 9, 2010 in Pengembangan Diri
Tags: ,

Islam menyuruh kita berbuat baik dan melarang perbuatan munkar. Termasuk dari perbuatan munkar dan mulai dilakukan kembali oleh kaum muslimin adalah dusta atau bohong. Dusta adalah (mangatakan) menunjukan sesuatu yang berbeda dengan yang sesunguhnya. Dusta ini bisa dilakukan dengan lesan, perbuatan, maupun keyakinan.

Berbohong dengan lesan adalah sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla yang berbunyi: “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl: 105).

Mereka semua, baik yang berbohong dengan ucapan, amal, dan keyakinannnya adalah para pembohong yang tercela. Mereka adalah orang-orang yang dibenci oleh Allah Azza wa Jalla dan dilaknat, baik di langit maupun di bumi. “…laknat Allah itu ditimpakan atas orang-orang yang dusta.” (Ali-Imran: 61).

Bohong adalah buruk dan jelek. Rasulullah saw bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: bila berkata dusta; bila berjanji mengingkari; dan bila diberi amanat berkhianat.”

Allah memerintahkan seluruh hamba-Nya agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak ada ilmunya. Orang yang berbohong berarti telah memperturutkan hawa nafsu untuk mengikuti apa yang tidak dia ketahui, dan hal ini terlarang dengan tegas sebagaimana dalam firman-Nya:

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Israa’: 36)

Berbohong diibaratkan dengan memasang kancing baju yang salah. Setiap kita berbohong maka akan selalu diikuti oleh kebohongan yang lain untuk menutupi kebohiongan sebelumnya.

Kerusakan /dampak yang diakibatkan akan semakin besar, Jika kita ingin memperbaikinya maka kita harus membuka kebohongan kita satu demi satu sama seperti jika kita ingi memperbaiki kancing baju yang salah pasang tadi, kita buka lagi satu perstu dari atas setelah semua terbuka baru kita mulai memasang dengan benar.

Maka dari itu segera hentikan segala Kebohongan agar tidak semakin parah.

Bicara seperlunya dan tentunya sejujurnya, karana tidak ada yang salah dengan kejujuran. Karena kepercayaan itu susah didapat. sekali kita berbohong image itu akan tetap melekat pada diri kita

Macam-macam kejujuran

Seorang muslim harus jujur kepada Allah, manusia dan dirinya sendiri.

1. Jujur kepada Allah dengan mengikhlaskan ibadah hanyak kepada Nya, tanpa dibarengi riya` atau sum’ah, maka siapa yang melakukan amalan tanpa membenarkan niatnya kepada Allah, yakni tidak memurnikan untuk Nya maka amalannya tidak akan diterima. jadi, seorang muslim harus lah jujur kepada Allah dalam segala ketaatan dengan cara menunaikan apa yang menjadi kewajiban sebagaimana yang diperintahkan.

2. Jujur kepada manusia, seorang muslim tidak berkata dusta kepada saudara muslimnya. diriwayatkan dari Nabi e, beliau bersabda

“Sebesar-besar pengkhianatan adalah engkau berbicara kepada saudaramu muslim, dia mempercayaimu sedangkan engkau berkata dusta.” (HR. Ahmad).

3. Jujur kepada diri sendiri, seorang muslim harus mengakui kesalahan dan kekurangan yang ada padanya kemudian berupaya memperbaikinya. ia harus tahu bahwa kejujuran itu adalah jalan keselamatan. Rasulullah e pernah bersabda

Tinggalkan apa yang membuatmu ragu kepada apa yang tidak membuatmu ragu, sebab kedustaan itu meragukan dan kejujuran itu menenangkan.”(HR. At-Turmudzi)

Jujurlah apa adanya, maka hidup akan terasa ringan