Posts Tagged ‘Jujur’

Komitmen

Posted: September 17, 2010 in Personality
Tags: , ,

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami menerima istrinya dengan segala kekurangan dan kelemahannya tanpa menghakimi. Bersyukur ketika istrinya tampil menawan, dan sama bersyukurnya ketika sang istri mengenakan daster dengan wajah berminyak tanpa make-up. Bersyukur ketika bentuk tubuh sang istri berubah setelah melahirkan, dan tetap mengecupnya sayang sambil bilang, “Kamu cantik.”

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang suami tidak membongkar kelemahan istrinya pada orang lain. Sebaliknya, menutupi rapat-rapat setiap kekurangan itu dan dengan bangga bertutur bahwa sang istri adalah anugerah terindah yang pernah hadir dalam hidupnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri menunggui suaminya pulang hingga larut malam, membuatkan teh hangat dan makanan panas, dan tetap terbangun untuk menemani sang suami bersantap serta mendengarkan cerita-ceritanya yang membosankan di kantor.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri bertahan ketika suaminya jatuh sakit, dan dengan sukacita merawatnya setiap hari. Menghiburnya, menemaninya, menyuapinya, memandikannya, membersihkan kotorannya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang istri terus mendampingi suaminya tanpa mengeluh atau mengomel. Sebaliknya, dengan setia tetap mendukung dan menyemangati meski sang suami pulang ke rumah dengan tangan kosong, tanpa sepeser uang pun.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat sepasang suami istri memutuskan untuk terus mengikatkan diri dalam pernikahan, dengan tulus dan sukacita, meskipun salah satu dari mereka tidak bisa memberikan anak.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat putra pelaku kriminal berkata kepada Ayahnya, “Saya percaya pada Papa. Papa tetap yang terbaik.”

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang yang bergelar S3 dengan jabatan direktur perusahaan multinasional pulang ke rumah orangtuanya, mencium mereka dengan hormat, serta memanggil mereka ‘Ayah’ dan ‘Ibu’.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ayah menerima kembali anaknya yang telah menyakiti dan meninggalkannya begitu rupa dengan tangan terbuka, memeluknya dan melupakan semua kesalahan yang pernah dilakukan si anak terhadapnya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang Ibu mengelus sayang anak yang pernah mencacinya, dan tetap mencintainya tanpa syarat.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang mengulurkan tangan kepada sahabatnya yang terjerembab, menariknya berdiri dan membantunya berjalan tanpa mengatakan, “Tuh, apa kubilang! Makanya…”

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seorang pekerja menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik, sekalipun tugas itu amat berat dan upah yang diperoleh tidak sepadan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang membulatkan hati dan tekad demi mencapai sebuah tujuan, sekalipun ia belum dapat mengetahui hasil akhir dari tujuan tersebut. Berjerih payah dan berkorban demi menyelesaikan tujuannya, sekalipun semua orang meninggalkannya.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang rela meninggalkan segala sesuatu yang berharga demi memenuhi panggilan hidupnya, walau harga yang harus dibayar tidak sedikit dan medan yang ditempuh tidak ringan.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang memikul resiko dan konsekuensi dari keputusannya tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses.

Komitmen adalah sesuatu yang membuat seseorang berani setia dan percaya, meski harapannya tidak kunjung terpenuhi dan tidak ada yang dapat dijadikan jaminan olehnya.

Komitmen adalah sesuatu yang melampaui segala bentuk perbedaan, perselisihan dan pertengkaran. Ia tidak dapat dihancurkan oleh kekurangan, kelemahan maupun keterbatasan lahiriah… karena ketika kita berani mengikatkan diri dalam sebuah komitmen, kita telah ‘mati’ terhadap kepentingan diri sendiri.

Komitmen adalah Selalu Jujur pada pasangan Anda.

“In the final analysis, commitment means: ‘Here I am. You can count on me. I won’t fail you.’”

Hanya 1 Jam saja…

Posted: September 9, 2010 in Pengembangan Diri
Tags: , ,

Suatu hari seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya,

“Apakah kita bisa hidup tidak berdosa selama hidup kita?”.
Ayahnya memandang kepada anak kecil itu dan berkata, “Tidak, nak”.

Anak kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi,
“Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”.
Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putranya.

“Oh ayah bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”.
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga nak”.

“OK ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tidak berdosa dalam 1 jam saja?”.
Akhirnya ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar bisa nak dan jika kita memang bersungguh-sungguh, Insya Allah akan ada kemampuan kepada kita untuk melakukannya”.

Anak ini tersenyum lega. “Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar…”.

Pernyataan ini mengandung kebenaran sejati. Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini. Dari latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa, dan apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah jadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny…..

Hiduplah 1 jam TANPA

  • tanpa kemarahan,
  • tanpa hati yang jahat,
  • tanpa pikiran negatif,
  • tanpa menjelekkan orang,
  • tanpa keserakahan,
  • tanpa pemborosan,
  • tanpa kesombongan,
  • tanpa kebohongan,
  • tanpa kepalsuan….

Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya ……1 jam berikutnya lagi….1 jam berikutnya lagi…dan terus menerus..

Hiduplah 1 jam DENGAN..

  • dengan kasih,
  • dengan sukacita,
  • dengan kesabaran,
  • dengan kelemahlembutan,
  • dengan kemurahan hati,
  • dengan kerendahan hati,
  • dengan penguasaan diri,
  • dengan ketekunan,
  • dengan tawakal,

dan ulangilah untuk 1 jam berikutnya ……1 jam berikutnya lagi….1 jam berikutnya lagi…dan terus menerus..

Insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik untuk kita serta diberkahi dan diridhoi Allah SWT…Amin

Bohong vs Jujur

Posted: September 9, 2010 in Pengembangan Diri
Tags: ,

Islam menyuruh kita berbuat baik dan melarang perbuatan munkar. Termasuk dari perbuatan munkar dan mulai dilakukan kembali oleh kaum muslimin adalah dusta atau bohong. Dusta adalah (mangatakan) menunjukan sesuatu yang berbeda dengan yang sesunguhnya. Dusta ini bisa dilakukan dengan lesan, perbuatan, maupun keyakinan.

Berbohong dengan lesan adalah sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla yang berbunyi: “Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta.” (An-Nahl: 105).

Mereka semua, baik yang berbohong dengan ucapan, amal, dan keyakinannnya adalah para pembohong yang tercela. Mereka adalah orang-orang yang dibenci oleh Allah Azza wa Jalla dan dilaknat, baik di langit maupun di bumi. “…laknat Allah itu ditimpakan atas orang-orang yang dusta.” (Ali-Imran: 61).

Bohong adalah buruk dan jelek. Rasulullah saw bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: bila berkata dusta; bila berjanji mengingkari; dan bila diberi amanat berkhianat.”

Allah memerintahkan seluruh hamba-Nya agar tidak mengikuti sesuatu yang tidak ada ilmunya. Orang yang berbohong berarti telah memperturutkan hawa nafsu untuk mengikuti apa yang tidak dia ketahui, dan hal ini terlarang dengan tegas sebagaimana dalam firman-Nya:

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (Al Israa’: 36)

Berbohong diibaratkan dengan memasang kancing baju yang salah. Setiap kita berbohong maka akan selalu diikuti oleh kebohongan yang lain untuk menutupi kebohiongan sebelumnya.

Kerusakan /dampak yang diakibatkan akan semakin besar, Jika kita ingin memperbaikinya maka kita harus membuka kebohongan kita satu demi satu sama seperti jika kita ingi memperbaiki kancing baju yang salah pasang tadi, kita buka lagi satu perstu dari atas setelah semua terbuka baru kita mulai memasang dengan benar.

Maka dari itu segera hentikan segala Kebohongan agar tidak semakin parah.

Bicara seperlunya dan tentunya sejujurnya, karana tidak ada yang salah dengan kejujuran. Karena kepercayaan itu susah didapat. sekali kita berbohong image itu akan tetap melekat pada diri kita

Macam-macam kejujuran

Seorang muslim harus jujur kepada Allah, manusia dan dirinya sendiri.

1. Jujur kepada Allah dengan mengikhlaskan ibadah hanyak kepada Nya, tanpa dibarengi riya` atau sum’ah, maka siapa yang melakukan amalan tanpa membenarkan niatnya kepada Allah, yakni tidak memurnikan untuk Nya maka amalannya tidak akan diterima. jadi, seorang muslim harus lah jujur kepada Allah dalam segala ketaatan dengan cara menunaikan apa yang menjadi kewajiban sebagaimana yang diperintahkan.

2. Jujur kepada manusia, seorang muslim tidak berkata dusta kepada saudara muslimnya. diriwayatkan dari Nabi e, beliau bersabda

“Sebesar-besar pengkhianatan adalah engkau berbicara kepada saudaramu muslim, dia mempercayaimu sedangkan engkau berkata dusta.” (HR. Ahmad).

3. Jujur kepada diri sendiri, seorang muslim harus mengakui kesalahan dan kekurangan yang ada padanya kemudian berupaya memperbaikinya. ia harus tahu bahwa kejujuran itu adalah jalan keselamatan. Rasulullah e pernah bersabda

Tinggalkan apa yang membuatmu ragu kepada apa yang tidak membuatmu ragu, sebab kedustaan itu meragukan dan kejujuran itu menenangkan.”(HR. At-Turmudzi)

Jujurlah apa adanya, maka hidup akan terasa ringan